Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label dear diary

Menggambar di Waktu Luang

Perjalanan saat sedang 'banyak mau', 27 Oktober lalu, adalah misi menghabiskan malam minggu bersama kawan-kawan. Bercengkerama di padepokan, dan berujung di salah satu toko buku kenamaan. Semakin 'banyak mau' di toko buku, as always, didukung oleh Djombie yang setuju dan bahkan mengikuti langkah saya membeli sebuah sketch book dan pensil. "Untuk menggambar di waktu luang," pikir kami. Begini kira-kira hasil dari corat-coret kala waktu luang dari sketch book milik saya.. Together All Long Time - 30 November 2012 Negeri di Awan - 11 November 2012 Happy Holiday - 15 November 2012 Karena saya nggak jago warna-mewarnai, jadi saya nggak berani ngasih warnanya. Hehehehe :D

Devotion

Nggak seperti biasa, break hari ini saya lebih memilih untuk diam saja di depan meja kerja saya ini. Lantunan lima album dari Weezer berputar-putar tanpa bisa bosan, dalam playlist saya. Satu lagu yang biasanya biasa saja, entah kenapa, hari ini jadi luar biasa. Suasana hati yang sedang nggak enak jadi terbawa dalam alunan musik Devotion . Sungguh melow sekali kedengarannya lagu ini... mihihihi... Namun saya nggak mau ikut menjadi semakin melow. Ke mana dewa ubur-ubur pergi, ya? Hari ini saya benar-benar butuh dia, ingin bersamanya, bercerita banyak hal, tentang hati. Ah, tapi dia nggak ada. Sepertinya saya memang harus mengobati perih sendiri, dan saya pasti bisa ;) Sudahlah... sudah sudah... mari kita nonton Briptu Norman yang multi talenta itu...

Supermoon

Hari ini agak heboh soal supermoon . Kalau aja yang datang sailormoon, saya pasti ikut heboh deh... *ketawakecilkecil* Karena penasaran, seperti apa sih supermoon yang kabarnya baru ada lagi sejak 1992, jadi saya pasang alaram HP pas jam 03:00. Selain karena alaram, HP saya berbunyi sekitar jam segitu karena ada SMS manis dari seseorang yang juga manis :) Saya bangkit dari tidur dan segera ke luar, untuk melihat apakah bulan benar-benar terlihat dekat, dini hari ini. Ternyata biasa saja. Yang tampak dari langit Bontang di depan Gedung Biru B-Post hanyalah bulan purnama berwarna putih, galau, dikelilingi awan-awan serupa bulu domba. Kawanan awan itu nggak bergerak, sepertinya nggak ada angin. Warna langitnya abu-abu, galau juga. Karena nggak ada yang menarik di atas sana, jadi saya putuskan untuk masuk saja. Dini hari ini begitu dingin di Bontang. Sedari tengah malam, kabut menyelimuti kota. Saya nggak bakal bisa tidur lagi ini, tapi saya harus tidur! Pagi ini ada agenda tanding fut...

Hari Baru

Pagi yang cerah with the blue and cloudy sky . Ini adalah pagi yang ke-tiga saya bangun di kamar yang bukan tiny greeny square . Seperti dua pagi kemarin, sekitar enam pagi saya sudah membuka jendela. Udara pagi ini terasa segar daripada biasanya. Saya terdiam memandang ke luar jendela, memperhatikan hutan di samping kamar, menghirup pagi, dan mengagumi langit. Segarnya pagi ini sesegar kehidupan baru saya di sini. Saya memutuskan berangkat ke kota ini sehari sebelum pergi. Cukup mendadak memang, tapi saya sudah pikirkan baik-baik dan siap mental atas apapun yang akan terjadi nantinya. Hari Selasa, 14 Desember, pagi-pagi Henri menjemput saya di Rumah Merah Muda. Kebetulan sekali, dia sedang ada tugas kantor ke Samarinda, jadi saya nebeng mobilnya sampai Samarinda. Sepanjang perjalanan cerah sekali, apalagi ditambah alunan album Weezer terbaru dari MP3 player di mobil Henri, rasanya perjalanan jadi semakin menyenangkan dan semangat. Kami ngobrol b...