Langsung ke konten utama

Postingan

Gendut!

Waktu saya masih tinggal di Jalan Kacer. Suatu sore, dalam perjalanan dari rumah ke kantor, melewati tanjakan kecil. Adi : Biasanya kalo lewat sini gigi tiga masih mau loh motor ini. Me : Kenapa memang? Adi : Kamu tambah gendut kayaknya.   Me : -_-!! *** Suatu hari, dalam perjalanan menuju warung Ponorogo. Adi : Kamu pasti kelaperan banget ya, Na? Me : Kok kamu tau? Adi : Iya. Soalnya motorku bisa laju... Me : *berpikirsejenak* Uuuh! Dasar!

Supermoon

Hari ini agak heboh soal supermoon . Kalau aja yang datang sailormoon, saya pasti ikut heboh deh... *ketawakecilkecil* Karena penasaran, seperti apa sih supermoon yang kabarnya baru ada lagi sejak 1992, jadi saya pasang alaram HP pas jam 03:00. Selain karena alaram, HP saya berbunyi sekitar jam segitu karena ada SMS manis dari seseorang yang juga manis :) Saya bangkit dari tidur dan segera ke luar, untuk melihat apakah bulan benar-benar terlihat dekat, dini hari ini. Ternyata biasa saja. Yang tampak dari langit Bontang di depan Gedung Biru B-Post hanyalah bulan purnama berwarna putih, galau, dikelilingi awan-awan serupa bulu domba. Kawanan awan itu nggak bergerak, sepertinya nggak ada angin. Warna langitnya abu-abu, galau juga. Karena nggak ada yang menarik di atas sana, jadi saya putuskan untuk masuk saja. Dini hari ini begitu dingin di Bontang. Sedari tengah malam, kabut menyelimuti kota. Saya nggak bakal bisa tidur lagi ini, tapi saya harus tidur! Pagi ini ada agenda tanding fut...

Puisi Bintang

6 Maret 2011, sekitar delapan malam, tangga depan kantor... Me: *nutup telepon* Adi: *tiba-tiba duduk di samping saya* Me: *tiba-tiba berdiri* Kupandangi bintang-bintang... *nunjuk bintang* Adi: Tang... tang... tang... tang... Me: Gugusannya membentuk senyummu... Adi: Mu... mu... mu... mu... Pak Sekuriti: *ketawa ngeliatin* Me: Kupanggili namamu... Adi: Mu... mu... mu... mu... Me: Tiba-tiba langit menjadi terang... Adi: Rang... rang... rang... rang... Me: Adakah itu kau yang membawa cahaya? Adi: Ya... ya... ya... ya... Me: Kita nantikan setelah pesan berikut ini. Adi: Ni... ni.. niiii *ngeliatin saya, spechless* Me: *nyengir* Adi: Aaasstagaaa... *LOL*

Minyak Gosok

Ruang redaksi, 2 Maret 2011, sehabis makan malem di Warung Ponorogo* Adi: Minuman apa sih yang kamu beli ini? Me: Root Beer. Adi: Kok rasanya aneh? Me: Hah? Adi: Kayak minyak gosok... Me: -_-!! */ Warung Ponorogo = warung favorit kami yang baru, yang harga ayam kremes-nya sepuluh ribuan sekalian es teh-nya. Sipiriliw banget kan?!

Surat Buat Koko

Dear Koko... Entah kenapa, hari ini aku jadi inget kamu. Sudah lama banget kita nggak pernah ketemu ya... uhm.. 12 tahun loh! Hari ini aku lagi ngobrol sama temenku soal film yang baru kutonton, Phoebe in Wonderland. Kayaknya sih itu awalnya aku jadi inget kamu. Aku inget pertemuan kita setiap siang sepulang aku dari sekolah. Di gerbang lapis ke-dua rumah 'istana'-ku itu. Kamu selalu nunggu aku di sana, nunggu sambil duduk di pinggir taman samping, di dekat pohon melati mbah uti. Setelah ganti baju, cuci kaki, cuci tangan, dan makan, aku pasti langsung datangin kamu di sana. Dan kamu pasti langsung tersenyum manis banget. Lalu kita bercerita tentang pengalamanku hari itu di sekolah. Kamu selalu dengerin aku baik-baik. Kamu nggak pernah kecewain aku. Aku selalu suka cerita sama kamu. Nggak jarang juga aku nanya nomer SDSB yang bakal keluar hari itu ke kamu. Ini karena request dari Oma-oma genit teman mbah uti. Oma Itje dan Oma Kotje namanya. Mereka pedagang berlian dan perhiasan...

Ramalan Putri Wong Kam Fu?

Tentang Kaltim 2011, di salah satu surat kabar dituliskan bahwa Putri Wong Kam Fu mengatakan: bencana alam kemungkinan sangat kecil sekali di Kaltim, namun jika kita serakah, rakus, dan jauh dari Tuhan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Ya.. ya.. ya.. serakah, rakus dan jauh dari Tuhan. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah kesadaran diri masing-masing. Dengan menjadi orang di jajaran atas, jangan lantas jadi jumawa. Jangan mentang-mentang bisa melakukan apa saja dengan uangnya, mereka jadi seenaknya sendiri, tanpa peduli bahwa di sekitarnya masih banyak orang lain yang butuh kelebihan uang mereka untuk hal-hal yang lebih penting. Daripada berlomba-lomba membabat hutan demi menambang mineral bumi, mendirikan perumahan mewah, pusat perbelanjaan besar, ruko-ruko, dan bangunan-bangunan nggak penting lainnya, lebih baik nikmati saja uang itu dengan cara berbagi. Saudara-saudara korban gempa, tsunami, lumpur Lapindo, masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita. Mereka butuh t...

Mari, Sayang!

Mari... Mari, Sayang... Sini, raih jemariku. Kau tak akan terjatuh, aku menopangmu. Mari, Sayang... Sini, bernafas denganku. Kau tak akan terengah, aku menguatkanmu. Jangan lagi berpaling ke belakang, yang lalu biar saja hilang. Jangan lagi ragu membelenggu, Yang akan datang sudah menunggu. Mari, Sayang... Sini, dekap erat tubuhku. Kau tak akan kecewa, aku menyayangimu.