Langsung ke konten utama

Postingan

Tahun Kedua, Terima Kasih The Super Knightwriter!

Penat rasanya badan ini. Setelah dua hari satu malam jadi anak pantai, sekarang saatnya istirahat nyenyak dan hangat. Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang mau saya ungkapkan hari ini.... Petama, saya ingin mengucap syukur pada Tuhan yang telah mengizinkan saya tetap berada di KapanLagi.com hingga tahun kedua. Sejak 7 Juli 2011, saya selalu bersyukur untuk yang satu ini. Sudah tak perlu saya sebutkan lagi, siapa saja yang berperan sangat penting dalam awal karir saya di tempat ini. Tentu dua nama ini ada di urutan pertama, Mbak Aik Nengbiker dan Fajar McXoem. Cerita tahun lalu: 365 Hari Bersama Superteam Knightwriters Maaf beribu maaf jika hingga detik ini saya belum bisa memberi sesuatu yang spesial untuk kalian berdua. Semoga saya masih diberi kesempatan untuk membalas kebaikan kalian. Untuk Adhib, 10 tahun bukan waktu yang pendek untuk kita bersahabat. Terima kasih sudah 'kembali' jadi sahabat yang super duper baik, di dalam dan di luar kantor selama setahun belakangan. ;) ...

Jangan Menyoal Kesetaraan Gender

Jangan menyoal kesetaraan gender… Wanita itu kuat? Ya! Wanita memang paling kuat menahan sakit dalam hatinya. Wanita memang paling kuat bertahan dalam kondisi terburuk sekalipun. Wanita memang paling kuat menyimpan rapat lelah fisik, hati dan pikiran. Wanita tak butuh pria? Salah! Sudah ada porsinya masing-masing, karenanya dibuat berbeda. Sudah ada porsinya masing-masing, jangan berusaha saling mengalahkan. Sudah ada porsinya masing-masing, jadilah saling melengkapi. Jangan menyoal kesetaraan gender. Ada kalanya wanita benar-benar butuh pria, dan akhirnya gengsi menjilat ludah sendiri. Jangan menyoal kesetaraan gender. Hidup saja seadanya. Kerja saja semampunya. Bilang saja kalau memang tak sanggup. Jangan menyoal kesetaraan gender. Itu jumawa. Untuk sesamaku wanita, di mana saja kalian berada | Rest room KL office, 15 Februari 2013

Rangga Rebellio dan Ikan Nemo

Dua tahun yang lalu. Sore itu Rangga ikut jemput saya pulang kantor. Melewati toko penjual ikan hias, Rangga mita dibelilkan dua ekor yang kecil. Setelahnya, kami sampai di rumah... Me : Rangga, ikannya nggak dikasih nama? RRD : Dikasih dong, Bu! Me : Sapa namanya ini? *nunjuk akuarium toples bulat* RRD : Nemo, Bu! Me : Kalau yang satunya? RRD : Nemo Dua Me : ... Kalau ingat ekspresi polosnya waktu bilang 'nemo dua', rasanya pengen benturin kepala ke tembok. Hahahah...

Menggambar di Waktu Luang

Perjalanan saat sedang 'banyak mau', 27 Oktober lalu, adalah misi menghabiskan malam minggu bersama kawan-kawan. Bercengkerama di padepokan, dan berujung di salah satu toko buku kenamaan. Semakin 'banyak mau' di toko buku, as always, didukung oleh Djombie yang setuju dan bahkan mengikuti langkah saya membeli sebuah sketch book dan pensil. "Untuk menggambar di waktu luang," pikir kami. Begini kira-kira hasil dari corat-coret kala waktu luang dari sketch book milik saya.. Together All Long Time - 30 November 2012 Negeri di Awan - 11 November 2012 Happy Holiday - 15 November 2012 Karena saya nggak jago warna-mewarnai, jadi saya nggak berani ngasih warnanya. Hehehehe :D

Perjalanan Misi Melarung Hati

Halo dewa ubur-ubur! Setelah setahun lebih nggak menikmati udara dan bebunyian ini, akhirnya saya berbaring di sini dan mencumbui pasir di pesisir kerajaanmu. Mei 2011. Pantai Pangandaran menjadi saksi besarnya cinta dua pasang kaki yang menjejak di atas pasirnya yang hitam. Cinta itu diumpamakan lautan di depan sana, luas dan tak berujung. Setahun setelahnya, sepasang kaki mulai lelah menjejak. Sepasang kaki lain berusaha bertahan, memapah dia yang tak kuat lagi berjalan. Namun gagal. Dua pasang kaki itu harus mengambil arah yang berlawanan. Dewa ubur-ubur, malam ini saya rebah di sini. Suara ombak itu menggelegar gagah, lalu jadi merdu dipecah karang. Saya tersenyum puas. Bawa jauh-jauh hati saya ke tengah samudera lepas sana! Hati yang sudah hancur dan tak bisa dirangkai jadi secantik semula. Hati yang menyerah kalah dan mempersilahkan otak untuk memberi komando sepasang kaki ini terus maju. Maju tanpa lagi menoleh ke belakang. Hati baru yang tumbuh nanti, semoga adalah yang terbaik...

Sungai Bintang dan Rinduku Padamu

Saya menamakannya sungai bintang. Mereka mengalir perlahan, dan saya nggak mau menyadari bahwa sesungguhnya bumilah yang berputar. Tiap berapa jenak, ada satu bintang yang melesap cepat dan menyisakan sinar panjang, macam ekor Naga Xyloto. --- Salah seorang kawan yang sedang patah hati, mengonsumsi alprazolam, dan jadi banyak mau. Kami yang sober, kemudian menanggapinya secepat kilat. "Cangar?" ujarnya. "Ayo!" sahut tiga yang lain, hampir bebarengan. Ini adalah 10 tahun sejak terakhir saya menjejakkan kaki di pemandian air panas kenamaan di kota Malang itu. Yang tersisa di memori otak saya tentang Cangar adalah: jalanan rusak, becek dan tak bersahabat di musim hujan, dan tempat wisata yang penuh sesak, lagi kotor. Jam dua dini hari kami bertolak dari Malang ke arah Batu. Hanya baju rangkap tiga dan sebuah senter pinjaman, jadi modal kami selain nekat. Mampir mini market untuk sebotol bir dan beberapa makanan ringan. Kemudian lanjut naik, naik, dan semakin naik. Jauh...

365 Hari Bersama Superteam Knightwriters

Rasanya seperti baru kemarin saya duduk di hadapan Mbak Rita dengan setelan baju kantor yang super formal. Rasanya seperti baru kemarin juga Mbak Rita telepon malam-malam dan meminta saya masuk kerja keesokan harinya. Hari ini, setahun sudah saya menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di kantor KLC. Hari ini, setahun sudah saya menghidupi dan menghidupkan hidup di sini. Sebagian besar waktu dan pikiran saya adalah KLC. Syukur yang tak berkesudahan, masih sama seperti syukur yang sempat saya torehkan di dinding kamar saya, setahun yang lalu. "Terima kasih Tuhan, saya bekerja di KLC!" Pada kesempatan ini, rasa terima kasih saya yang tak terhingga, pertama saya tujukan pada Fajar McXoem dan Mbak Aik Nengbiker. Kalau bukan karena mereka berdua, mungkin saya tidak duduk di kursi ruang editor yang sangat nyaman itu. Kemudian baru pada Mbak Rita yang sudah memutuskan untuk menerima saya dalam tim-nya. Senang rasanya punya tim yang sangat solid dan selalu berusaha bekerja denga...