Langsung ke konten utama

Postingan

Jangan Tanya 'Kapan?'

Hatinya entah kenapa terasa ringan dan bahagia hari ini. Pertama kali turun ke jalan di tahun 2017, saya langsung menuju Legipait yang mulai hari ini mencoba untuk buka pagi, dari jam 07.00 sampai jam 13.00, lalu lanjut lagi jam 16.00 sampai close order di jam 23.00. Ada janji sama Regina, ketemu untuk kasih kaos yang saya share di Instagram waktu lagi beres-beres almari. Kami datang kesiangan, tapi masih sempat ngobrol panjang sampai kedai ditutup. Bertemu dengan teman-teman yang sudah berkeluarga, mau tak mau bicaranya sedikit banyak ya seputar kehidupan rumah tangga, meski masih diselingi rerasan soal kabar-kabar yang belakangan marak beredar di media. Curhat colongan pun tak mau ketinggalan. Tentang bagaimana sedihnya saat ada yang menanyakan 'kapan' untuk hal-hal yang belum terwujud. Regina pun kadang tertekan saat ada yang nyeletuk, "Kapan punya baby?" Bukannya tak ingin, setiap pasangan yang sudah menikah juga pada umumnya mengharapkan kehadiran seorang anak....

Rangkuman Akhir Tahun, Bekal Perjalanan Menuju Level Selanjutnya

2016 sudah habis masanya. Banyak hal yang dipelajari dari tiap bulannya yang berjalan. Dimulai dari awal tahun yang sangat berat dan nyaris bikin hati sekarat. Beruntung pelampiasan tepat saya dapat bersama teman-teman yang hebat dan bersahabat.  PILIH YANG POSITIF Januari. Pertama kali mendaki gunung -meski kata orang, Panderman hanya gunung kecil nan mudah didaki- dan berhasil menjejak puncak Basundara di tengah kabut tebal sisa hujan badai sepanjang perjalanan naik, tentu jadi hal hebat untuk mengawali tahun. Tentang hidup yang tak akan berakhir hanya karena patah hati ditinggal kekasih, saya sudah tahu dan paham benar. Pelajaran pertama yang saya dapat di tahun 2016, soal ke mana kita akan mengarah setelah dirundung kecewa, larut sedih atau cari happy. HAL BARU TIDAK ADA DI ZONA NYAMAN DAN AMAN Anak pantai yang dibawa ke gunung, begitulah gambaran keadaan saya waktu itu. Dan anak pantai ini ternyata ketagihan naik gunung, lalu mulai ambil keputusan yang s...

Curhatan Pejuang ASI Gagal, Mereka Tetaplah Seorang Ibu

"Hormon oksitosin akan deras terproduksi saat seorang ibu bahagia..." ~ Saya membaca sekilas beberapa artikel dan tulisan-tulisan singkat di media sosial soal ASI. Sore beberapa hari kemarin, selepas event talkshow kecantikan di sebuah hotel bintang empat di Kota Malang, saya menemani Winda ngobrol dengan PR tuan rumah. Wanita 30an itu sangat dinamis dan penuh semangat. Rupanya dia baru saja menjadi ibu untuk pertama kalinya, dan sedang tenggelam dalam berbagai pertanyaan seputar ASI yang berkecamuk di otaknya. Setelah menyelesaikan pembahasan seputar pekerjaan, larut kemudian kami dalam cerita ibu menyusui. Saya lalu terlempar mundur ke medio 10 tahun kemarin. Rangga lahir melalui proses persalinan normal dengan berat 3,55 kilogram dan panjang 51 sentimeter, tanpa ada drama di sekitarnya. Pembukaan pertama selepas salat Maghrib, dan sudah lengkap sepuluh, 12 jam kemudian. Hanya sempat kehabisan tenaga sejenak untuk mengejan, lalu kembali bersemangat setelah satu kecupan dar...

Mendarat di Sini, Mendoakan Kapal dan Para Awak yang Masih Ikut Berlabuh

Ceritanya lagi bebersih email, dan lalu menemukan thread salam perpisahan setahun lalu. Wondering kok bisa aja nulis sepanjang dan sedrama ini. Tapi ya, ini adalah jujur dari hati yang paling dalam... Lalu mikir, untuk diabadikan saja di blog, sebagai bagian dari perjalanan hidup. Masih ngerasa seperti baru kemarin saya duduk di ruang tamu kantor blok A, pakai setelan baju kerja super rapi, dan deg-degan layaknya pelamar kerja amatir -meski saya sudah sering ngelamar kerja sebelumnya. Ternyata itu sudah empat tahun yang lalu, sampe akhirnya 7 Juli 2011, Mbak Rita ngasih saya kesempatan buat mengais rezeki di KapanLagi.com®. Tahun pertama saya cukup berat. Saya ditempa cukup keras, dan bahkan beberapa orang meragukan apa saya bakal bertahan sampai trimester pertama. Well, 'pantang menyerah' adalah nama tengah saya, dan keyakinan adalah poin utama untuk tetap bertahan dalam kondisi seperti apapun. Begitulah, saya tetap berdiri tegak di jajaran The Super Knightwriter sampai hari ...

Keresahan Hati: Curhat Drama Ala Awkarin

Karin Novilda // Foto: Budi Ismail | myedisi.com BUKAN UNTUK DIBACA ORANG-ORANG YANG NGGAK PUNYA PIKIRAN TERBUKA NAN LIAR SERTA MASIH SUKA NONTON SINETRON DENGAN NAGA DAN GARUDA TERBANG. Belajar dari kasus Awkarin, remaja kekinian yang belakangan santer dibahas di berbagai media, setelah video patah hatinya beredar di jagad maya. Bukan untuk menyalahkan pun membela, tapi coba tilik bagaimana media begitu menggebu-gebu ambil untung dari air mata remaja yang mungkin juga masih labil, terutama dalam hal cinta ini. Ke mana kita saat dia diwawancara, masuk media, sebagai sosok Karin Novilda peraih nilai sempurna ujian nasional matematika? Mungkin benar adanya, segala kebaikan dan kebenaran bakal selalu kalah dari hal-hal negatif yang kita lakukan. Misalnya, posting selfie sekali di antara belasan foto traveling kekinian, bakal bikin kita jadi bulan-bulanan. Karin yang menangis sesenggukan di video, langsung jadi viral. Yang pada penasaran siapa Awkarin pun langsung cek semua lini media sosi...

Kenapa Kamu Jarang Nonton YouTube?

Meski di era sekarang ini semakin banyak orang yang punya channel YouTube dan menghidupkannya dengan konten-konten seru ala mereka, tapi ternyata masih banyak juga loh yang jarang bersinggungan dengan site unggah video tersebut. Mungkin kamu termasuk salah satu di antaranya? Sudah banyak kreator video asal Indonesia yang bahkan punya hingga jutaan subscribers, yang rata-rata mereka tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu di belahan daerah lainnya, kebanyakan justru seperti kurang tertarik saat diajak ngobrol soal fenomena video blog. Kalau kamu termasuk salah satu di antara orang-orang yang tidak atau jarang sekali bersinggungan dengan YouTube, tentunya ada alasan tertentu kan? Dari empat pilihan dalam polling yang digelar di Twitter ini, mana yang jadi alasan sampai-sampai kamu berada di posisi itu? Apa sih yang bikin kamu jarang nonton video di @YouTube manteman? — Dewi Ratna (@dewinthemorning) July 7, 2016 Thanks anyway sudah ikut berpartisipasi mengisi polling. Hasilnya ...

Cinta Tak Terbalas, Peri Cantik Amaryllis Tusuk Panah Emas ke Jantungnya

copyright: facebook Salah siapa jika Taman Bunga Amaryllis, yang letaknya di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta itu kini tinggal cerita? Bukan. Bukan karena siapa yang pertama kali mengunggah foto keindahannya di media sosial. Setidaknya, itu menurut saya pribadi. Kalau kamu ngaku pecinta alam, kamu nggak akan tega melakukan ini. Hanya karena obsesi punya foto keren di antara bunga-bunga ala Eropa, nggak kemudian otak dan hati nggak dipakai kan? Kalau kamu cuma sekedar penikmat alam pun, seharusnya kamu juga nggak akan tega melakukan ini. Amaryllis sendiri punya cerita legenda yang berbau percintaan. Dia dikisahkan sebagai seorang peri pemalu yang jatuh terperosok dalam cinta kepada seorang gembala. Alteo namanya, ia kuat seperti Hercules dan ganteng seperti Apollo. Namun sayang, cinta sang peri nggak berbalas. Sang peri sangat berharap bisa mendapatkan cinta Alteo. Ia lalu meminta nasehat pada oracle di Delphi. Seperti sarannya, Amaryllis lalu mengen...